WARKOP66 - Berikut adalah sepenggal kisah soal Tim Samba, Brasil, sang juara bertahan yang luput dari kutukan Piala Dunia.
Piala Dunia Qatar 2022 telah bergulir pada Minggu (20/11/22) malam kemarin. Sepenggal kisah-kisah menuju perhelatan sepak bola paling akbar di dunia itu pun turut mencuat seiring diresmikannya turnaman empat tahunan sekali itu.
Salah satu kisah yang paling melegenda menjelang Piala Dunia adalah soal kutukan yang selalu menyelimuti sang juara bertahan.
Cerita mengenai kutukan juara bertahan Piala Dunia ini bak seperti sesuatu yang sudah dipercaya turun-temurun oleh hampir seluruh pecinta sepak bola di seluruh dunia.
Dalam kutukan tersebut memperlihatkan setiap negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia, pada edisi selanjutnya turnamen tersebut diadakan, pasti mereka akan gugur di babak awal.
Lihat saja, Italia pada Piala Dunia 2006. Gli Azzurri yang kala itu perkasa sepanjang turnamen akhirnya berhasil merengkuh trofi Piala Dunia ke empatnya.
Namun, kebahagiaan itu tak berlanjut di edisi setelahnya. Pada Piala Dunia 2010, Italia justru harus tersingkir lebih cepat dengan hanya mampu beradadi dasar klasemen Grup F saat itu.
Sama halnya dengan Italia, hal yang sama juga turut dirasakan oleh sang juara bertahan Piala Dunia 2010 dan 2014, Spanyol dan Jerman.
Pada gelaran 2014, Spanyol yang datang sebagai juara bertahan juga harus tersingkir di babak penyisihan grup. Jerman juga demikian, pada Piala Dunia 2018 Rusia, Der Panzer juga harus tersingkir lebih cepat setelah hanya menempati dasar klasemen di fase grup.
Namun, cerita berbeda justru ditunjukkan oleh Brasil ketika menjadi juara bertahan. Tim Samba tersebut justru selalu terhindar dari kutukan Piala Dunia. Lantas, bagaimana kisahnya?
Brasil, Sang Juara Bertahan yang Luput dari Kutukan
Brasil Kembali Patahkan Kutukan di Piala Dunia 2006
Hanya mampu tampil menjadi runner-up di edisi 1998, Brasil menunjukkan geliatnya kembali di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.
Dihuni pemain-pemain bintang seperti Ronaldo, Ronaldinho, Rivaldo, Kaka, Cafu, hingga Dida, Brasil moncer dengan melaju mulus di babak penyisihan grup.
Berada dalam satu grup dengan Turki, Kosta Rika, dan China, Tim Samba tampil tak terkalahkan. Hingga akhirnya, Brasil kembali masuk final pada edisi 2002.
Tampil di final menghadapi Jerman, Brasil berhasil melumat wakil Eropa tersebut dengan skor 2-0, di mana Ronaldo menjadi penentu kemenangan skuad yang saat itu dilatih oleh Luiz Felipe Scolari.
Menjadi juara di edisi 2002, pada Piala Dunia 2006 di Jerman, Brasil kembali muncul dengan status sebagai juara bertahan turnamen.
Perbincangan mengenai kutukan yang sebelumnya dialami Timnas Prancis pun turut menyeruak saat itu. Nasib sial bahkan diprediksi akan menghinggapi negara asal Amerika Selatan tersebut.
Masih menyuguhkan skuad yang hampir seluruhnya sama ketika menjuara Piala Dunia 2002, pada babak penyisihan grup, Brasil kembali tampil sempurna dan menjadi juara grup.
Sayangnya, saat Piala Dunia 2006, langkah Brasil harus terhenti di babak perempat final setelah kandas melawan Prancis.
Kini, pada Piala Dunia 2022, Prancis sedang berada dalam bayang-bayang kutukan legendaris tersebut? Lantas, apakah mereka mampu terhindar dari kutukan juara bertahan tersebut seperti Brasil? Mari kita tunggu saja.



No comments:
Post a Comment